Pahami Arti & Jenis Gulma yang Dapat Menghambat Pertumbuhan Tanaman

Gulma adalah istilah yang diberikan pada tumbuhan pengganggu, yang kehadirannya tidak diinginkan di lahan pertanian serta menyebabkan terganggunya tanaman utama. Hal ini dapat menurunkan hasil produksi pertanian yang bisa dicapai tanaman utama.

Banyak pula aspek yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan hasil produksi pertanian. Untuk panduan lengkap budidaya tanaman dari A-Z bisa lihat di tipsbudidaya.com.

Gulma dapat dibatasi secara teknis dan plastis. Teknis, karena berkaitan dengan proses produksi suatu tanaman pertanian. Keberadaan gulma di lahan pertanian akan mengganggu tanaman produksi melalui kompetisi dalam berebut nutrisi sehingga dapat menurunkan hasil pertanian.

Sementara plastis karena batasan tersebut tidak mengikat terhadap suatu spesies tumbuhan. Sebaliknya tumbuhan yang biasa dianggap gulma bisa jadi dianggap tidak mengganggu. Meskipun demikian ada beberapa jenis gulma yang bisa diklasifikasikan berdasarkan beberapa kategori diantaranya yaitu:

Berdasarkan Karakteristiknya

1. Rumput

Gulma dari jenis rerumputan memiliki ciri berdaun sempit seperti teki namun tetap menghasilkan stolon. Stolon di dalam tanah tersebut memiliki bentuk jaringan rumit yang sulit diatasi secara mekanik.

Kebanyakan dari golongan gulma rerumputan berasal dari famili gramineae (poaceae). Contoh dari gulma rerumputan ialah Panicium repens, Eleusine indica, Axonopus compressus.

2. Teki

Gulma yang satu ini memiliki daya tahan luar biasa terhadap pengendalian mekanik, sebab memiliki umbi batang di dalam tanah yang bisa bertahan selama berbulan-bulan. Contohnya dari teki ini adalah teki ladang (Cyperus rotundus).

3. Gulma daun lebar

Kelompok gulma daun lebar ialah ordo Dicotyledoneae. Umumnya gulma daun lebar ini tumbuh pada akhir masa budidaya.

Kompetisi terhadap tanaman utama ini berupa kompetisi cahaya. untuk kelompok gulma yang satu ini antara lain ialah Mikania spp, Ageratum conyzoides, Euparotum odorotum.

Berdasarkan Habitat Tumbuhnya

1. Gulma darat

Gulma darat merupakan gulma yang hidup di darat. Gulma darat ini merupakan gulma yang bisa hidup setahun, dua tahun, serta juga tahunan (tidak terbatas). Penyebarannya juga dapat dengan melalui biji atau dengan cara vegetatif. Contoh dari gulma darat diantaranya adalah;

• Agerathum conyzoides;
• Digitaria spp;
• Imperata cylindrical;
• Amaranthus spinosus.

2. Gulma air

Gulma air merupakan gulma yang hidupnya itu berada di air. Gulma air ini dibedakan menjadi 3 jenis, yakni;
• gulma air yang hidupnya itu terapung di atas permukaan air (Eichhorina crassipes, Silvinia spp);
• gulma air yang berada di dalam air (Ceratophylium demersum);
• dan gulma air yang muncul ke permukaan namun tumbuh dari dasar (Nymphae sp, Sagitaria spp).

Cara pengendalian gulma

Di bawah ini merupakan cara yang bisa digunakan dalam mengendalikan gulma, diantaranya yaitu:

1. Pengendalian Gulma Secara Preventif

Berikut ini merupakan cara pengendalian gulma dengan secara preventif.

• Membersihkan bibit-bibit per-tanaman dari kontaminasi biji-biji gulma.
• Mencegah pemakaian pupuk kandang yang belum matang.
• Mencegah pengangkutan jarak jauh jerami serta juga rumput-rumput makanan ternak.
• Memberantas gulma di sisi-sisi sungai dan saluran-saluran pengairan.
• Membersihkan ternak yang akan diangkut.
• Mencegah pengangkutan tanaman berikut tanahnya dan lain sebagainya.

2. Pengendalian Gulma Secara Fisik

Berikut ini merupakan pengendalian gulma secara fisik.

• Pengolahan tanah, berfungsi untuk memberantas gulma seperti dengan menggunanakan alat bantu seperti cangkul, bajak, traktor, garu.

• Pembabatan (Pemangkasan atau Mowing), cara ini hanya efektif untuk mematikan gulma yang tumbuh setahun namun relatif kurang efektif untuk gulma tahunan. Cara ini akan lebih efektif serta tergantung pada waktu pemangkasan dam interval (pengulangan).

• Penggenangan, pemberantan gulma dengan cara ini bisa dilakukan dengan menggenangi air sedalam 15 – 25 cm selama 3 – 8 minggu.

• Pembakaran, suhu kritis yang menyebabkan kematian pada kebanyakan sel ialah 45 – 550 derajat celcius. Penyebab kematian dari sel-sel yang hidup pada suhu di atas itu ialah adanya proses koagulasi pada protoplasmanya. Pembakaran tersebut mampu mematikan insekta dan juga hama serta penyakit lain seperti cendawan.

• Mulsa (Mulching atau Penutup Seresah), Mulsa ini digunakan dalam mencegah cahaya matahari masuk sampai gulma. Gulma tersebut tidak mampu melakukan fotosintesis disebabkan karena tidak adanya sinar matahari yang masuk. Kemudian gulma akan mati serta proses perkecambahan baru pun dapat dicegah.

3. Pengendalian Gulma Secara Biologis

Secara biologis (hayati) pengendalian gulma ini dapat dilakukan dengan menggunakan organisme lain, seperti misalnya insekta, fungi, bakteri, dan juga sebagainya.

4. Pengendalian Gulma Secara Kimiawi

Pengendalian gulma dengan secara kimiawi ialah pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida.

Herbisida sendiri merupakan senyawa kimia yang bisa digunakan untuk mematikan atau juga menekan pertumbuhan dari gulma, baik itu dengan secara selektif atau pun non-selektif.

Pengendalian gulma secara kimiawi bisa memberikan keuntungan yakni cepat serta juga efektif, terutama untuk areal yang luas. Dampak negatif dari penggunaan herbisida ialah keracunan tanaman dan mempunyai efek residu terhadap pencemaran lingkungan.