Apakah Jual Beli Saham Haram dalam Islam? Berikut Penjelasannya

Berbicara mengenai investasi maka ada banyak instrumen yang dipilih termasuk dengan saham tetapi apakah jual beli saham haram? Ini tentu menjadi pembahasan cukup menarik karena investor pemula belum begitu memahami dengan baik hal tersebut.

Dari sekian banyaknya investor termasuk Anda tentunya ingin bukan apabila menjalankan kegiatan investasi satu ini sesuai dengan syariat Islam? Terlebih lagi jika ternyata justru bertentangan maka dapat mengakibatkan kegiatan tersebut nantinya menjadi haram.

 

Apakah Jual Beli Saham Haram?

Walaupun investasi satu ini dapat memberikan profit cukup besar kepada para pelakunya tetapi masih banyak orang menganggap bahwa kegiatan tersebut haram. Apakah benar seperti demikian? Padahal jika dilihat lebih jauh sudah banyak saham justru terdaftar sebagai bentuk investasi Syariah.

Di Indonesia sendiri saham berbentuk Syariah ternyata sudah mempunyai aturan di UU nomor 8 Tahun 1995 seputar Pasar Modal. Tetapi sampai disini pastinya Anda penasaran bagaimanakah jual beli saham dalam Syariah Islam bukan?

Sebelum Anda mengetahui mengenai hukum sahamnya maka diwajibkan mengetahui hukum dari akad ataupun perjanjian dalam transaksi Syariah saham tersebut. Sebelum transaksi dilakukan maka pihak yang melakukan kegiatan tersebut perlu melakukan akad alias perjanjian dahulu.

Dalam Islam salah satu akad yang diterapkan dalam hukum Syariah yakni akad jual beli. Berdasarkan dengan Q.S Al-Baqarah ayat 275 menyebutkan juga bahwa jual beli dihalalkan dan mengharamkan adanya bentuk riba. Sebab riba mampu menimbulkan adanya kemadharatan.

Dari penjelasan diatas maka jual beli saham dalam Syariah Islam adalah boleh dan sudah didukung oleh fatwa dari Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia. Berkaitan dengan saham serta peraturan yang sudah diciptakan oleh OJK.

Tetapi saham yang diperbolehkan tersebut tentu tidak sembarangan dan harus lolos serta memenuhi syarat Syariah. Adapun kriteria tersebut diantaranya adalah

  • Berdasarkan kegiatan usaha dimana tidak boleh bertentangan dengan prinsip Syariah seperti judi, ribah serta jual beli gharar.
  • Pihak emiten tidak boleh mendistribusikan, memproduksi, menyediakan bahkan memperdagangkan barang ataupun jasa diatas.
  • Berdasarkan dengan rasio keuangannya yakni total uang berbasis bunga tidak lebih 45% dari total asset. Serta total pendapatan bunga sekaligus pendapatan tidak halal lainnya harus dibawah 10% dari penghasilan usaha.

Cara Melakukan Jual Beli Saham

Sampai disini, Anda juga perlu buat memahami cara melakukan jual beli saham tersebut dengan baik. Saat ini buat melakukan kegiatan ini pun sudah sangat mudah karena adanya broker di internet. Bagi yang akan melakukan pembelian saham Syariah, berikut beberapa hal dimana perlu diperhatikan:

1. Siapkan Dokumen

Terdapat beberapa dokumen yang penting dipersiapkan seperti KTP, NPWP, buku tabungan serta materai.

2. Buat Rekening Saham

Sesudah menyiapkan dokumen diatas, maka langkah berikutnya adalah membuat rekening saham khusus Syariah. Adapun pembuatan rekening dapat dilakukan di kantor sekuritas bersangkutan ataupun secara online.

3. Mulai Memilih Produk

Langkah lainnya yakni Anda dapat memulai membeli produk saham dari perusahaan bersangkutan. Jangan lupa agar mencari tahu informasi lebih rinci mengenai perkembangan dari perusahaan bersangkutan. Di samping itu juga harus terdaftar dalam OJK sesuai syariat.

4. Setor Formulir dan Uang Serta Proses Transaksi

Silahkan daftarkan diri anda sebagai investor pasar modal dengan melakukan pengisian formulir dahulu ke nomor rekening dana investor. Masing-masing perusahaan sekuritas mempunyai aturan berbeda-beda.

 

Sesudah langkah di atas dilakukan maka jangan lupa agar melakukan pengecekan secara berkala mulai dari satu bulan sekali. Jadi apakah jual beli saham haram? Dalam Islam halal apabila sudah memenuhi sejumlah syarat.

Sumber Informasi : visit site