Mengenal Potensi Diri dan Cara Berkomunikasi yang Efektif

Ilmu komunikasi merupakan jurusan yang dikenal sebagai jurusan yang diminati baik kampus lokal maupun kampus di negara lain. Salah satu penyebabnya karena jurusan ilmu komunikasi sangat berkaitan dengan keseharian siapa saja.

Dan ternyata konotasi ilmu komunikasi tidak hanya berbicara atau orasi, tapi meliputi aspek psikologi dan memahami karakter lawan bicara, serta hal lain yang mungkin belum terlintas bahwa begitu luasnya pembelajaran yang didapat dari ilmu komunikasi. Let’s check it out aja detailnya.

–  Apa sih ilmu komunikasi itu?

Singkatnya, komunikasi merupakan cara menyampaikan informasi antara dua atau beberapa pihak. Karena komunikasi tersebut terjalin tidak hanya dengan individu, namun juga dengan komunitas, organisasi, atau massa. Terdapat beberapa sarana atau aspek yang berkaitan dengan komunikasi seperti media, politik dan seni serta lainnya.

Semua itu akan dipelajari pada jurusan ilmu komunikasi. Sehingga komunikasi yang terjadi dapat terjalin dengan baik serta dua arah. Tentu ini akan lebih efektif sehingga segala hal dapat tersampaikan dan dipahami oleh lawan bicara atau objek dalam komunikasi tersebut.

–  Pembelajaran/materi yang akan dipelajari

Bagi kamu yang tertarik mempelajari lebih dalam akan ilmu komunikasi, maka memilih jurusan ilmu komunikasi adalah hal tepat. Terdapat aplikasi gokampus dimana menemukan kampus yang terdapat jurusan ilmu komunikasi hanya dalam beberapa menit saja.

Lamanya studi untuk jurusan ilmu komunikasi adalah 4 tahun. Dimana pada setiap item mata kuliah kamu akan bergelut dengan presentasi dan mengembangkan potensi diri. Seperti halnya komunikasi personal karena pada mata kuliah ini kamu akan mempelajari cara berkomunikasi dengan dirimu sendiri. Bagaimana memahami kondisi dan potensi diri dan kemampuan/bakat pada dirimu.

Sehingga kamu akan memahami siapa dirimu baik kamu dalam keadaan sedih atau apa yang dapat membuatmu senang, serta menggali potensi pada diri. Hal ini dikarenakan pada awal perkuliahan mahasiswa akan mempelajari pengantar ilmu komunikasi, sosiologi komunikasi dan psikologi komunitas. Dan beberapa mata kuliah lain yang menjadi dasar sebelum masuk pada semester yang lebih tinggi. 

Tentunya memahami psikis lawan bicara, baik itu personal atau massa, akan sangat menarik. Karena dengan begitu kamu dapat menyesuaikan bahasa, intonasi dan topik yang harus kamu gunakan jika berhadapan dengan berbagai tipe atau tingkatan lawan bicaramu. Sehingga semua pesan yang tersirat dapat tersampaikan dengan baik.

Nah, pada tingkat di tahun kedua, kamu akan memilih jurusan yang lebih spesifik untuk kamu dalami. Seperti jurusan jurnalistik, penyiaran, iklan atau humas serta lainnya tergantung fokus apa yang disediakan oleh kampus yang bersangkutan. Dalam hal ini, gokampus dapat menjadi sarana untuk mengetahui kampus mana yang menyediakan fokus jurusan yang kamu inginkan. Apakah ilmu komunikasi bagi penyiaran, iklan, humas dan lainnya.

–  Mengenali karakter yang sesuai dengan jurusan ilmu komunikasi

Tidak melulu harus pintar berbicara layaknya orator bung Karno, namun kamu yang cenderung pendiam, alias tidak suka banyak bicara, juga cocok mendalam ilmu komunikasi. Karena pada komunikasi di bidang iklan, tidak hanya memerlukan komunikasi oral, namun strategi bagaimana pesan dalam iklan dapat dimengerti khalayak. Atau fokus pada jurusan penyiaran dimana memanfaatkan media seni atau media sosial yang ada, sebagai penyampaian informasi secara tertulis.

Sebuah pesan juga dapat disampaikan lewat ukiran, lukisan dan lainnya. Yang tentu kamu juga akan mempelajari dimana saatnya kamu harus berkomunikasi dengan media seni tersebut. Nah, tidak melulu harus pintar bicara kan? Atau banyak ngocol seperti penyiar radio? Maka bagi kamu yang merasa tidak suka banyak berbicara, juga tepat memilih jurusan ilmu komunikasi.

Terlebih kamu yang memiliki skill lain seperti menguasai bahasa asing, tentu akan semakin membuka kesempatan lebar untuk berkarir di dunia komunikasi.