Penjelasan Singkat Mengenai Cara Mendirikan CV

pendirian cv

Jika saat ini anda tengah memulai sebuah usaha maka anda mesti mempertimbangkan untuk membuat badan usaha pada usaha yang anda saat ini sedang geluti. Dalam dunia usaha terdapat dua badan usaha yang sangat umum dikenal yaitu Perseoran Terbatas (PT) dan Persekutuan Komanditer (CV).

pendirian cv

CV lebih sering dipilih oleh pengusaha seperti UMKM karena badan usaha ini cocok untuk mereka. CV merupakan badan usaha yang setidaknya dibutuhkan dua orang dalam mendirikan. Dalam CV terdapat pihak sekutu aktif dan juga sekutu pasif. Sekutu aktif adalah orang yang aktif menjalankan usaha tersebut sedangkan sekutu pasif adalah orang yang ikut memberikan modal usaha tapi tidak terlibat secara langsung dalam menjalankan usaha. CV didirikan atas dasar kerja sama dan jalinan saling percaya antar pihak yang menjalankan usaha.

Yang menjadikan PT dan CV berbeda adalah PT merupakan badan usaha yang mempunyai status badan hukum. CV adalah badan usaha namun bukan badan hukum. Dalam pendiriannya, CV memerlukan dua sekutu yaitu sekutu aktif dan pasif seperti yang telah dijelaskan. Namun dalam mendirikan PT diperlukan kesepakatan besaran modal ditentukan oleh pendiri PT dan 25 persen dari modal wajib disetor.

Cara mendirikan CV

Untuk dapat mendirikan CV maka dibutuhkan syarat diantaraya adalah menyiapkan dokumen sebagai berikut:

  • Foto copy dan scan KTP dan NPWP sekutu aktif dan juga pasif.
  • Foto copy bukti kepemilikan tempat usaha atau surat sewa/ kontrak tempat usaha.
  • Surat keterangan domisili pemilik/ pengelola tempat usaha.
  • Foto copy pajak bumi bangungan dan pastikan PBB ini telah dibayarkan.
  • Foto tempat usaha.

Selanjutnya untuk membuat CV maka harus melakukann beberapa hal berikut:

Membuat akta CV. Hal pertama yang dilakukan adalah dengan membuat akta pendirian CV. Ini telah diatur sebagaimana yang ada dalam KUHD.

Mendaftarkan akta CV ke pengadilan negri. Setelah akta pendirian CV telah dibuat maka yang selanjutnya dilakukan adalah melakukan pendaftaran akta ke pengadilan negri. Sebelum itu anda harus membuat Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP) dari kelurahan. Selain itu anda juga harus menyertakan dokumen lain yang dibutuhkan di pengadilan negri seperti NPWP.