Surat Perjanjian Bagi Hasil, Pengertian Hingga Poin Pentingnya. Simak Disini!

bagi-hasil

Saat berbisnis, Anda tentu menghindari kerjasama yang tidak jelas dan tanpa bukti yang sah bukan? apalagi jika menyangkut proyek besar dengan jumlah dan yang fantastis. Pastinya diperlukan perjanjian seputar kontrak sampai pembagian hasil keuntungan nantinya.

Tahukan Anda mengenai perjanjian bagi hasil ini? Apa pengertian, contoh serta manfaatnya? Yuk simak selengkapnya.

 

Pengertian Surat Perjanjian Bagi Hasil

Surat perjanjian kerjasama secara tidak langsung mampu membuka jalan bagi relasi secara formal.  Secara pengertian, surat perjanjian ini merupakan dokumen formal yang wujudnya tertulis dan disepakati oleh kedua belah pihak secara resmi dan legal.

Bukti tertulis inilah yang nantinya menjadi penguat jika ada kesepakatan antara pihak untuk sebuah tujuan bisnis atau kepentingan lainnya. Biasanya, dalam bisnis surat ini digunakan untuk keperluan proyek besar dan operasional produksi.

Karena menyangkut dua pihak yang saling berkaitan, surat ini tidak boleh memberatkan satu pihak dalam artian merugikan dan hanya menguntungkan satu orang saja. Konsekuensi serta resiko harus diterima saat menandatangani surat ini.

Perjanjian bagi hasil ini juga dapat mendukung sinergitas antar pihak dalam meningkatkan produktivitas perusahaan dan dinaungi oleh badan hukum yang legal.

bagi-hasil

Apa Syarat Sah Surat Perjanjian Bagi Hasil?

Dalam UU Hukum Perdata Pasal 1320 pun sudah tertuang jelas jika sebuah perjanjian baru dikatakan sah apabila memenuhi beberapa syarat yang terbagi atas dua, yakni syarat objektif dan subjektif.

Syarat subjektif disini meliputi kesepakatan kedua belah pihak dalam perjanjian. Sedangkan syarat objektif, merupakan hal tertentu dan beberapa sebab yang kehadirannya tidak dilarang.

Perjanjian kerjasama atau bagi hasil ini bisa dibatalkan kapanpun apabila tidak memenuhi syarat subjektif dan objektif. Kesepakatan baru bisa mencapai mufakat apabila pihak yang melakukan kerjasama memperhatikan hal-hal pokok dan materi yang masuk dalam perjanjian.

Dalam perjanjian ini, sudah termasuk di dalamnya kewajiban serta tanggung jawab dan hak yang harus dipenuhi dan diberikan oleh pihak yang bersangkutan. Penting diingat, jika pihak yang akan bekerjasama ini haruslah cakap dalam membuat perjanjian.

Maksudnya, pihak terkait merupakan orang dewasa dan tidak ada gangguan kesehatan psikologis dan tidak cacat hukum.

Fungsi Utama Surat Perjanjian Bagi Hasil

Berbicara tentang fungsi utama dari surat ini, ada beberapa poin penting yang harus Anda ketahui. Berikut ini informasinya:

  • Sebagai bukti legal saat kerjasama bisnis maupun  komersial
  • Sebagai penjelas tanggung jawab pihak terkait selama kerjasama bisnis berlangsung
  • Sebagai alat sah saat melakukan kegiatan bisnis dengan mitra
  • Bisa meminimalisir resiko yang mungkin timbul saat kerjasama berlangsung
  • Surat perjanjian bagi hasil dan kerjasama lainnya itu sifatnya mengikat sehingga kedua belah pihak bisa merasa aman

 

Syarat Sah Perjanjian Bagi Hasil

Selain kondisi psikologi yang sehat, ada beberapa syarat perjanjian bagi hasil dikatakan sah dan legal. Apa saja? Berikut informasinya:

Dibuat Secara Sukarela

Perjanjian bagi hasil harus dibuat secara sukarela dan tak ada paksaan dari pihak manapun. Semua pihak harus diuntungkan  agar tidak dikategorikan sebagai perjanjian yang cacat hukum.

Isi Surat Harus Mudah Dipahami

Selanjutnya yang tak kalah penting adalah isi surat haruslah mudah dimengerti. Dibuat diatas kertas bersegel maupun kertas biasa dengan catatan telah dibubuhi materai sebagai tanda sah.

Tidak Ada Poin yang Melanggar Hukum

Tak kalah penting, poin-poin yang dibahas dalam surat perjanjian tidak boleh melanggar Undang-Undang. Selain itu menurut kontrakhukum.com, isinya harus jelas dan terperinci sehingga tidak menimbulkan salah mengerti pihak yang membaca.

 

Perjanjian bagi hasil memang pada dasarnya dibuat untuk kepentingan kedua belah pihak. Didalamnya juga tertera kewajiban serta hak yang didapatkan oleh pemilik kerjasama.